
Kebakaran yang Mengubah Segalanya
December 4, 2024
Dia yang adalah Kasih
January 1, 2025Pada hari Minggu, 10 November 2024, Gua Maria Lourdes Liabuku menjadi saksi kebersamaan, kehangatan, dan kedamaian yang tercipta dalam rekoleksi keluarga (suami isteri) umat Rukun Santa Maria Lourdes Liabuku-Baubau, Sulawesi Tenggara. Tema rekoleksi adalah “Menggali Rasa yang Pernah Ada” dikemas dengan sangat kreatif dan menarik oleh Sr.Lina, FMM.
Rekoleksi ini mengajak peserta untuk menyelami dan memaknai pengalaman hidup bersama (jatuh-bangun) dalam menjalankan peran hidup masing-masing di dalam keluarga; saling memberi ‘ruang’ satu sama lain, terutama memberi ‘ruang’ akan peran dan kehadiran Allah yang menguatkan dalam membangun hidup dan mendidik anak-anak. Suasana tenang yang diselimuti saudari angin menghantar asa untuk masuk ke dalam refleksi yang mendalam.
Sebagai pengantar Sr. Lina mengajak setiap peserta untuk kosentrasi, hadir sepenuhnya sehingga mampu masuk ke dalam suasana pengalaman-pengalaman dan perasaan-perasaan pribadi yang muncul bersama pasangan hidup (suami isteri). Sr. Lina menjelaskan bahwa tema “Menggali Rasa yang Pernah Ada” tidak hanya sekedar tentang mengenang peristiwa dan perasaan masa lalu, tetapi juga menemukan kembali jejak kasih Allah yang menyertai setiap pengalaman dalam hidup keluarga. Melalui pendekatan yang interaktif dan penuh kasih, Sr. Lina mengarahkan peserta untuk merenungkan momen-momen bermakna, seperti peran seorang ayah yang menjadi pelindung keluarga, dan peran seorang ibu yang memberikan cinta tanpa batas.

Sesi pertama rekoleksi difokuskan pada refleksi pribadi. Peserta diajak merenungkan pengalaman-pengalaman hidup yang membekas di hati, baik berupa kenangan indah maupun peristiwa yang penuh tantangan. Dengan pertanyaan-pertanyaan reflektif, Sr. Lina membantu peserta menggali rasa syukur atas berkat yang telah diterima, mengingat pentingnya komunikasi yang terbuka/jujur dan semangat pengampunan/rekonsoliasi dalam keluarga. Suasana menjadi penuh haru ketika beberapa peserta secara spontan berbagi kisah hidup mereka. Dalam cerita-cerita tersebut, terungkap keindahan perjalanan keluarga yang tetap bertahan meskipun melewati berbagai badai kehidupan. Momen ini semakin mempererat kebersamaan di antara keluarga yang hadir.
Pada sesi kedua, peserta diajak untuk memahami lebih dalam peran masing-masing anggota keluarga. Setiap keluarga diajak untuk melihat kembali bagaimana peran seorang ayah dan ibu dijalankan dengan kasih dan tanggung jawab. Dengan penuh kehangatan, Sr. Lina menegaskan pentingnya saling mendukung, mendengarkan, komunikasi yang saling terbuka dan menghargai satu sama lain sebagai wujud cinta yang nyata dalam kehidupan keluarga (ingat janji perkawinan).
Rekoleksi ini ditutup dengan doa mohon berkat dari empat arah mata angin, yang melambangkan pembaharuan hati dan komitmen iman untuk membawa damai dan kasih ke dalam kehidupan sehari-hari. Suasana doa yang khusyuk di bawah naungan Gua Maria Lourdes, memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Gua Maria Lourdes Liabuku tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga menjadi ruang bagi keluarga untuk memperbarui cinta dan kehangatan dalam relasi mereka, saling meneguhkan iman dan harapan satu sama lain sebagai umat Allah. Mereka pulang dengan hati yang penuh syukur, membawa semangat untuk terus menggali, menemukan, dan membagikan kasih sejati yang bersumber dari Allah.
Sr.Celi, FMM
Komunitas Marie de la Passion, Baubau
.




